After 4 years of tweeting….

Today, I looked into my twitter statistics… and I am quite surprise that I have been tweeting for about four years… four years…!!!  Time goes by so fast, seems to me like I just started few months ago…

So, do I enjoy tweeting..? yes I actually enjoy it very much… sometime I bit chatty, sometime quiet… depends on the mood… I enjoy it up to the point that I forgot writing blog… not totally forgotten but lazily updating the blog… because I can easily tweet whatever comes to my mind.

what I particularly like about twitter is the interaction… twitter is actually bring new friends…  you can ask, they’ll answer, you can twitt your thoughts some will agree and Retweet, some does not agree and discuss, few time we have disagreement and do what so called twittwar.. :). all in all is fun… :), So after four years… how many followers I have got..? here it is… :)

Follower as per 9-23-2014

Follower as per 9-23-2014

 

350 Followers so far… that’s lame… I know…  someone will get 1000 or more follower in four years… well I don’t really care about the number of followers, as I said, I care more about the interactions… I don’t really see my twitt as a powerful one or will energize or motivate them in anyway… but if I can make them smile… I would be very happy… if that happened, usually they will respond in a way that it makes me smile too… I may not be a good looking person, but I certainly fun to be a friend… as I said in my current bio…

twitter1

If you ever wonder why I only twitt less than 1000, I actually deleted my twitt regularly… I do not want to put my spontaneous thoughts in internet forever, people change, you change me change… so better keep the twitt as update as possible to represent the current us… So that is my four years of tweeting… I hope you enjoy as much as me…

Jakarta, Four years after my first twitt…

 

 

About these ads

Will you help..?

I was born and raised in village, where everybody are helping each other… even you work together with total stranger to help someone else that you may also never met before… we call it Gotong-Royong… a helping spirit among us… it is still today, so if you’re in a village, try asking for help, and they will take it seriously and everyone will be happy to help you.

I bring that attitude when I was in university …  when I saw small accident in the road, I will stop and help as much as I can, and leave after I make sure that the person is alright… I will not hesitant to help colleagues and friends who need money more than me…  but that somehow is no longer true… or I should say not in the extent that I will do as in the some previous year. What has happened..?

Jakarta change me.. :). It goes back when I moved to Jakarta after graduating… I have few close friends,  one day one of my friend who works in the same company with me said : he needs help. Her mother has cancer and need to go to hospital and wants to borrow some money, he will pay in monthly installment from his salary… I agreed and lend him my savings, quite a significant amount to me…

Very strange happening afterward, he don’t want to talk with me, keeping distance and seems avoiding me as much as possible… may be because he focus on his mother… Monthly installment never came (no interest rate BTW), may be he use it for his mother… after 6 months the installment never came. But I need the money, so I remind him about the deal… he just smile and say “yes later”… But later I found out that his mom is OK, no cancer, no hospital just happy-as-you-can-be mom… When I confront him later… he just smile and said the money spent to something else, but will pay it… it never happen, he finally leaves the office and work somewhere else…

I had another few similar incidence, and then I found how different Jakarta with a small village where I were born… so I no longer  trust someone who say “I need help, can I borrow money”. I always change the word “can I borrow some money” into “can you give me money”, hence if possible, I will give money without expecting that I will get it back later… but it will be much much less that he or she originally wants… and as much as I prepared to lose the money. I lost  few friends because they simply avoiding me after receiving the money… it does not bother me at all,

But the level now is getting higher… the crooks now using our helping attitude to try to mug us… here is one of the example:

jaysubiakto

The above is a tweet from a famous branding / ad agency in Indonesia : Mr  Subiakto, it said: “if someone lying on the ground after 23.00 in the roundabout of CITOS do not help, their friends are waiting (ready to mug you) under the bridge…”

What if someone had a real accident and need real help at the odd hours… will you help..?  May be by calling police but I do not think we will dare enough to stop and personally help them…  That is really sad, we have lost or reduced our trust and willingness to help because of these people…

Jakarta 3/3/2014 after not so intense meeting…

Pengalaman ditipu transaksi online

Beberapa minggu yang lalu, teman saya hampir tertipu di internet gara gara mau membeli mobil di tokobagus.com. Untung waktu itu saya memiliki teman di area dekat alamat yang bersangkutan untuk men-check mobilnya, dan ternyata mereka memakai alamat rumah kosong. Akhirnya kami tahu kami sedang di tipu.

Tapi tak berapa lama kemudian iklan yang sama muncul dan sayapun ingin mengetahui bagaimana bajingan ini beroperasi dan bagaimana orang ini bisa memperdayai korbannya, akhirnya saya berpura pura untuk menelponnya kembali… berikut ini percakapan saya dengan pak sebut saja Boogey

Me: Selamat Pagi mas, saya mau tanya mobilnya masih ada..?

BO: Masih mas… tapi sudah dalam penawaran ini… jadi harga segitu sudah tidak boleh kurang… tapi kalau mas mau, bisa dipanjar dulu saya hold untuk Bapak karena orang tadi tidak memberikan panjar, jadi masih bisa siapa saja yang jadi pembeli… (Sama persis dengan yang dikatakannya bbrp minggu lalu)

Me: Ok mas… bisa tolong di fotokan suratnya..? kirim kesaya

BO: Itu tidak menjadi masalah Pak, tapi mohon dikirimkan dulu panjarnya karena nanti repot2 saya foto dan kirim Bapak tidak jadi, dan saya tidak jadi jual ke orang lain karena mengunggu Bapak. Saya jamin sesuai dengan apa yang saya tuliskan, kalau bohong bisa Bapak laporkan ke polisi.

Kamipun sedikit berargumentasi tentang ini, kalau saya terlalu mudah bilang OK dia malah curiga… dan kemudian telpon terputus… Saya menduga ini adalah taktik untuk memberikan kesan dia tidak butuh… 5 menit kemudian saya telpon kembali

Me: Halo pak, ini saya yang tadi, mohon maaf keputus… jadi gimana tadi..?

BO: Oh iya pak, maaf tadi ada calon pembeli yang lain yang telpon, kalau bapak mau sekarang saja panjarnya… biar cepat dan saya bisa berikan untuk Bapak.

Me: Gitu ya Pak… Oklah pak minta alamat rekeningnya saja saya mau transfer…

BO: Ada, rekening mandiri punya anak saya ini pak, nanti saya SMSkan, tapi transfer langsung ya Pak, jangan menunggu karena sudah ada yang mau transfer ini…

Me: Saya akan transfer Satu jam dari sekarang pak…soalnya masih ada meeting, habis meeting nanti saya akan transfer.

BO: Waduuh terlalu lama pak… kalau Bapak gak cepat, bisa diambil orang lain..? Tapi kalau omongan Bapak bisa dipertanggung Jawabkan saya akan hold… tapi Bapak harus pegang Janji Bapak mudah mudahan Bapak bisa dipercaya, karena kalau tidak, berarti saya rugi karena saya tidak jual ke orang yang juga mau membelinya.

Me: Ok Pak, saya sudah sering kog beli lewat Internet, saya kasih nomor, nanti Bapak SMS saja kesini yah.. (saya pun memberikan nomor random)

Beberapa saat kemudian saya telpon lagi…:

Me: Mana Pak kog tidak ada?

BO: Oh tadi terdelete pak jadi saya tidak bisa hubungi…  (rupanya orang ini tidak menghubungi) tolong diulang lagi nomornya dan saya kirmkan sekarang… sudah selesai meetingnya..? Tapi ini nomor anak saya pak

Me: Sudah selesai pak meetingnya.. ini nomor saya: (sayapun mengirimkan nomor yg betul), dan akhirnya BOpun mengirimkannya nomor rekeningnya yaitu:

Yahya Juniansyah : BRI: 4166-0100-1367-506 Cabang Garut 

Saya sudah check betul ada account tersebut dengan nama yang sama, dia akhirnyta menelpon kembali.. saya bilang, saya sudah masukkan tapi banknya baru bisa proses karena sudah lewat jam tiga… Jadi Bapak tunggu besok aja baru masuk… Si Yahya ini langsung berang, dan bila saya gak tanggung jawab dan lain lain.. dia meminta saya untuk mengirimkan lewat ATM uang panjar 1 juta lagi, dia bilang dia tidak ada pegangan untuk hold barang tersebut sampai besok… Dan akhirnya saya bilang, Kalau Bapak tidak percaya ya sudah saya cancel saja dan saya tutp telponnya…

Begitulah si Bajingan Yahya Juniansyah ini mencoba mengelabui korbannya ada beberapa hal yang bisa dipelajari:

  1. Barang cukup murah… terkadang tidak masuk akal
  2. Mereka mencoba agar anda mentransfer secepatnya dengan mengiming imingi barangnya di cari banyak orang
  3. Mereka mencoba untuk membuat anda merasa bersalah, dengan menekankan anda sudah berjanji dll (play victim)
  4. Mereka tidak akan memberikan informasi sampai akhir
  5. Kalau anda sudah mengirimkannya, maka kemungkinan besar mereka akan meminta kirim uang tambahan dan anda akan masuk ke jebakan yang semakin dalam

Hati-hati, dalam bertransaksi lewat internet, Jangan mudah tergiur, gunakan rekening bersama… saya tidak tahu bagaimana melaporkan hal ini, bila anda tahu silahkan tulis di bawah ini…

Berikut ini adalah item yang saya maksud, kalau anda menyangka saya fitnah, silahkan cari alamat yang di pampang disini… jangankan mobil… alamat saja palsu.. :)

http://www.tokobagus.com/iklan/toyota-kijang-pick-up-1993-mulus-surabaya-42409738.html#pn_d12910860835362012bf0176c1010cf4

kalau sudah di delete, berikut ini screen capturenya:

Penipu penipu2

Jakarta balas dendam ke penipu.. :)

Waiting for my girl

Where is she… my girl… I will just wait here… forever, if it need be….

Jakarta, before dinner

Borobudur Harta Indonesia Tak ternilai…

This is part four of my visit to Jogjakarta, you can read my previous post : Gudek Yu Jum, Jogjakarta in the night and Gong Xi Fa Cai from Jogja.

Kalau ingin melihat borobudur yang sedang cantik-cantiknya, datanglah pada saat matahari terbit atau pada saat matahari terbenam, itulah yang terlintas pada pikiran ketika di Jogja, panitia mengijinkan saya berangkat duluan karena memang acaranya kesana… akhirnya jam 4 pagi saya pergi dengan menyewa mobil Rp. 400 rb sudah dengan uang bensin…

Sampai di borobudur sekitar jam 5, dan sayapun akan masuk kedalam tapi seseorang berkata, kalau masuk kompleks borobuddur sebelum jam 7,  harus bayar sekitar 300rb… tapi kalau jam 7 keatas bayarnya cuma 30rb…? Whaa… rupanya ada yang mengkomersialkan matahari pagi.. :)

Tapi orang tersebut menawarkan untuk ke bukit Punthuk Setumbu, dari sana bisa melihat Borobudur dari jauh ketika matahari terbit… katanya, dan cuma 100rb… akhirnya saya memilih ke punthuk setumbu… dan inilah foto fotonya… perlu di ketahui saya mengambil gambar pakai lensa 35mm equivalent, jadi ini heavy cropping.

Matahari tertutup awan...

Matahari tertutup awan…

matahari muncul sudah tinggi diatas

matahari muncul sudah tinggi diatas

Not a good wheather untuk melihat sunrise, akhirnya jam 6.30 saya turun dari bukit dan masuk ke kompleks Borobudur untuk melihat dari dekat…

Borobudur ternyata juga berfungsi sebagai jam matahari... ini adalah pintu timur, dan mata hari terbit dapat dilihat dari sisi ini

Borobudur ternyata juga berfungsi sebagai jam matahari… ini adalah pintu timur, dan mata hari terbit dapat dilihat dari sisi ini

Beginilah pintu timur dilihat dari atas, Lurus dati pintu ini adalah Candi mendut dan candi pawon

Beginilah pintu timur dilihat dari atas, Lurus dati pintu ini adalah Candi mendut dan candi pawon, Bila matahari mulai terbit di sebelah kanan, maka itu adalah waktunya petani menanam padi  (foto pakai camera BB)

Relief di candi Borobudur sangat cantik dan jelas, berikut ini menggambarkan orang yang sedang menggosip... diatas ada tulisan "wikromo" artinya perbuatan jelek

Relief di candi Borobudur sangat cantik dan jelas, berikut ini menggambarkan orang yang sedang menggosip… diatas ada tulisan “wikromo” artinya perbuatan jelek  atau tidak bertata krama (wi = tidak)

Ini adalah kapal yang dipakai pada jaman saat itu untuk berdagang kayu manis... telah dibuat replikanya dan sanggup mengarungi lautan... Lihat Paling atas, ada orang sedang menekuk tiang kapal... sebenarnys itu agak tiang tidak lewat dari bingkainya.. :)

Ini adalah kapal yang dipakai pada jaman saat itu untuk berdagang kayu manis… telah dibuat replikanya dan sanggup mengarungi lautan… Lihat Paling atas, ada orang sedang menekuk tiang kapal… sebenarnys itu agar tiang tidak lewat dari bingkainya.. :)

Diorama ini berwarna Kuning karena pada jaman belanda, untuk kepentingan foto dan pemugaran, mereka mewarnainya supaya lebih mudah di foto... ternyata pewarnaan ini membuat diorama rusak dan akan terus rusak sampai catnya habis... tak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan ini

Diorama ini berwarna Kuning karena pada jaman belanda, untuk kepentingan foto dan pemugaran, mereka mewarnainya supaya lebih mudah di foto… ternyata pewarnaan ini membuat diorama rusak dan akan terus rusak sampai catnya habis… tak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan proses kerusakan ini

Gargoyle ini berfungsi untuk talang air yang sudah tidak difungsikan lagi... teknologi yang lebih baru digunakan untuk mengatasi kerusakan dari air hujan

Gargoyle ini berfungsi untuk talang air yang sudah tidak difungsikan lagi… teknologi yang lebih baru digunakan untuk mengatasi kerusakan dari air hujan

Area ini lebih lebar, manusia yang bisa mencapai tingkat ini sudah dikatakan baik... tetapi masih memiliki sifat keduniawian yang di gambarkan ada sudut dan tembok di samping kiri... Satu step lagi, maka orang tersebut akan naik ke tingkat yang tidak lagi memikirkan duniawi, di lambangkan dengan tepian tanpa pagar dan bulat...

Area ini lebih lebar, manusia yang bisa mencapai tingkat ini sudah dikatakan baik… tetapi masih memiliki sifat keduniawian yang di gambarkan ada sudut dan tembok di samping kiri… Satu step lagi, maka orang tersebut akan naik ke tingkat yang tidak lagi memikirkan duniawi, di lambangkan dengan tepian tanpa pagar dan bulat…

Di lantai inilah cahaya budha bersemayam dalam hati orang yang bisa mencapai tingkat ini... Budha ini ada bercak putih karena terkena tetesan semen waktu Belanda merestorasi Borobudur

Di lantai inilah cahaya budha bersemayam dalam hati orang yang bisa mencapai tingkat ini… Budha ini ada bercak putih karena terkena tetesan semen waktu Belanda merestorasi Borobudur

Tingkat tertinggi, puncak kesempurnaan sebagai warga yang beragama Budha

Tingkat tertinggi, puncak kesempurnaan sebagai warga yang beragama Budha

Borobudur pernah di bom oleh orang yang tidak bertanggung jawab... dan direstorasi... anda bisa melihat stupa yang di bomb dengan tanda bintang seperti ini...

Borobudur pernah di bom oleh orang yang tidak bertanggung jawab… dan direstorasi… anda bisa melihat stupa yang di bomb dengan tanda bintang seperti ini…

Betapa kita tidak bisa menghargai karya seni nenek moyang kita... dua orang ini adalah petugas, den mereka dengan enaknya menduduki patung singa, anda bisa melihat bahwa patung singa tersebut susah payah di restorasi... lihat bagian yang ada beda warna.. itu adalah semen yang merekatkan bagian bagian singa tersebut...

Betapa kita tidak bisa menghargai karya seni nenek moyang kita… dua orang ini adalah petugas, den mereka dengan enaknya menduduki patung singa, anda bisa melihat bahwa patung singa tersebut susah payah di restorasi… lihat bagian yang ada beda warna.. itu adalah semen yang merekatkan bagian bagian singa tersebut…

Ada pertanyaan saya yang belum terjawab… orang yang menjadi arsitek borobudur ini begitu hebatnya… seharusnya Indonesia sudah bisa jago dibidang arsitektur… kemanakah orang orang tersebut… kenapa yang tinggal kog sepertinya pada kurang cerdas.. :)

Demikian perjalanan saya ke jogja dalam 2 hari satu malam… sehari setelahnya Gunung Kelud meletus dan abunya sampai ke kota Jogja, dan Borobudur ditutup… literally…

Jakarta at the office, after office hour – waiting for better traffic

My Morality…

Hasil tes moral… Fairness dan Care / Harm is important to me, Fairness lebih tinggi dari rata rata orang liberal dan konservatif di Amerika, berikut ini penjelasannya:

The scale you completed was the “Moral Foundations Questionnaire,” developed by Jesse Graham and Jonathan Haidt at the University of Virginia.

The scale is a measure of your reliance on and endorsement of five psychological foundations of morality that seem to be found across cultures. Each of the two parts of the scale contained three questions related to each foundation: 1) harm/care, 2) fairness/reciprocity (including issues of rights), 3) ingroup/loyalty, 4) authority/respect, and 5) purity/sanctity.

The idea behind the scale is that human morality is the result of biological and cultural evolutionary processes that made human beings very sensitive to many different (and often competing) issues. Some of these issues are about treating other individuals well (the first two foundations – harm and fairness). Other issues are about how to be a good member of a group or supporter of social order and tradition (the last three foundations). Haidt and Graham have found that political liberals generally place a higher value on the first two foundations; they are very concerned about issues of harm and fairness (including issues of inequality and exploitation). Political conservatives care about harm and fairness too, but they generally score slightly lower on those scale items. The big difference between liberals and conservatives seems to be that conservatives score slightly higher on the ingroup/loyalty foundation, and much higher on the authority/respect and purity/sanctity foundations.

This difference seems to explain many of the most contentious issues in the culture war. For example, liberals support legalizing gay marriage (to be fair and compassionate), whereas many conservatives are reluctant to change the nature of marriage and the family, basic building blocks of society. Conservatives are more likely to favor practices that increase order and respect (e.g., spanking, mandatory pledge of allegiance), whereas liberals often oppose these practices as being violent or coercive.

In the graph below, your scores on each foundation are shown in green (the 1st bar in each set of 3 bars). The scores of all liberals who have taken it on our site are shown in blue (the 2nd bar), and the scores of all conservatives are shown in red (3rd bar). Scores run from 0 (the lowest possible score, you completely reject that foundation) to 5 (the highest possible score, you very strongly endorse that foundation and build much of your morality on top of it).

Jogja Legendary culinary… Gudek Yu Jum

This is part three of my visit to Jogja, you can read the part one  and part two

One of the culinary that you should try in Jogja is Gudek… and the most legendary gudek is Gudek Yu-Jum, the name of the late owner. You may not like it, but this is a staple food for Jogjakartan… There are many brands of gudek available even Gudek Yu Jum is also have few outlets across Jogja. I was lucky to go to the very first and original outlet to see how they make the tasty Gudek…

If you see this mural... you are in the right outlet.. the original and the first outlet of Yu Jum Gudek... here is where they cook all the ingredients

If you see this mural… you are in the right outlet.. the original and the first outlet of Yu Jum Gudek… here is where they cook all the ingredients

 

Preparing Gudek

Preparing the humble Gudek

Every day they need 600 Chicken and 4.000 eggs

Every day they need 600 Chicken and 4.000 eggs

Traditional, log fueled  stove to cook Gudek. Slow cook guarantee all the spices evendly absorbed

Traditional, log fueled stove to cook Gudek. Slow cook guarantee all the spices evendly absorbed

One dedicated corner to prepare raw chicken before cooking

One dedicated corner to prepare raw chicken before cooking

Chicken is then cooked inside this container... again slow cook is necessary

Chicken is then cooked inside this container… again slow cook is necessary

After cooked, chicken meat is laid out and spread evenly in the pan

After cooked, chicken meat is laid out and spread evenly in the pan by the tattoo man

Cooking the chicken for the second time, before ready to eat

Cooking the chicken for the second time, before ready to eat

dedicated person just to prepare the banana leaf later it will be the plate for eating gudek

dedicated person just to prepare the banana leaf later it will be the plate for eating gudek

Tipical serving Gudek… Bonapetit

Here is the late Yu-Jum... up close and personal.. :)

Here is the late Yu-Jum… up close and personal.. :)

Jakarta 22 minutes after midnight… can’t sleep… to late to say good night…  too late to say anything…