Author: Adit

Zulfikar Mahdanie seorang plaqiat..?

Pada dasarnya banyak sekali orang yang mencontek dan mengaku karya atau tulisan orang sebagai tulisan sendiri… Tetapi ketika itu dilakukan oleh orang yang mencoba menjadi wakil rakyat dan meskipun sudah di beri tahu (oleh penulis orisinalnya) bahwa itu ada lah tulisan orang lain tapi tidak memperdulikannya, maka itu tentunya menjadi concern bagi kita semua…

Apakah kita mau kualitas dari seorang wakil kita sebatas itu… hal hal yang harusnya secara moral dan etika tidak dilakukan tapi tetap diterjang meskipun ada kesempatan untuk membetulkannya

Dan berikut ini adalah beberapa screen capture bagaimana hal itu di lakukan oleh Zulfikar Mahdanie… calon wakil rakyat yang terhormat….

Pertama Zulfikar mempostkan tulisan ini di Facbooknya… dan mengklaim bahwa itu adalah tulisannya seperti ini…

 

Kemudian sarah Pandjaitan yang merupakan penulis orisinal mengetahui bahwa tuisannya di Jiplak segera menghubungi beliau dan kemudian terjadilah convo seperti ini:

 

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (12)

 

Setelah berkali kali mention Akhirnya di jawab juga

 

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (9)

Beliau pun sepertinya mengatakan is part of the free speech… masalahnya dimana..??  dan dengan gagah mengatakan bahwa siapa saja boleh mencopy paste dari wallnya tanpa menyebutkan dia sebagai sumber… :))

 

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (8)

 

Tak menjawab pertanyaan, Sarahpun menanyakan lagi dia mengkopi dari mana artikel tersebut, beliaupun mengaku bahwa itu diambil dari threadnya Sarah

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (6)

 

Galakan yang nyontek daripada yang di contek… persis orang ngutang gak mau bayar.. :))

 
PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (5)

 

Beliaupun memeberikan ilustrasi tulisan lain yang entah diambil dari mana… dan tentu saja membuat penulis pertamanya menjadi marah…

 
PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (4)

 

Pun ketika Sarah menunjukkan masalahnya ada dimana… Zulfikar bahkan tidak mau mengakui bahwa dia nyontek orang lain… padahal tinggal ganti nama dia menjadi nama Sarah Pandjaitan, selesai perkara…

 

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (3)

 

Bahkan masih ngotot gak salah dan menyamakan penulis awalnya dengan Sarumpaet… malah membuat Sarah semakin Jengkel…

 
PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (2)

 

Dan malah menantang Sarah untuk membuktikan ke ontentikan dari tulisannya… mungkin dipikirnya Sarah mencontek dari orang lain sehingga beliau juga dengan bebas mencontek karya orang lain… :))

 

PHOTO-2018-10-07-07-57-50 (1)

 

Dan Setelah ini Komunikasi terputus… Sepertinya Saudari sarah di blok dan tidak lagi bisa komunikasi… Tentunya Patut disayangkan ada kejadian ini… Saya pribadi merasa jengah ada wakil rakyat yang dengan enaknya mencomot tulisan orang dan mengakunya sebagai tulisan sendiri… untuk apa..? agar kelihatan seperti orang pandai..? sebaliknya hal tersebut menujukkan anda sebagai orang pandir

Jakarta di hari Jumat yang macet…

 

Advertisements

Abigail Namaku…

Abigail Namaku
Dalam sebuah kotak kardus bekas, aku terlahirkan di dunia
Mungkin cukup hangat, aku tak ingat…
Teronggok di depan pintu besar bernama panti asuhan
Oleh wanita berjubah putih akupun diangkat
Sejak saat itu, Abigail Namaku…

Abigail Namaku
Banyak pertanyaan yang harusnya mudah, tapi kujawab susah payah
Misalnya nama orang tua dalam formulir sekolah
Aku hanya mengenal dua nama…
Kutulis saja: Ayahku Tuhan Yesus dan ibuku Bunda Maria
itu saja…

Abigail namaku
panti asuhan ini rumah pertamaku
disini aku suka sekali minum susu
sesekali ku curi satu bungkus
Karena hanya itu yang membuat nyenyak tidurku

Abigail Namaku
ayahku datang ketika aku smp kelas satu
sehingga mengendap dan mengambil diam diam sudah tak perlu
bukaan, dia bukan ayah biologisku
kedua orang tuaku… sampai kini akupun tak tahu…

Abigail Namaku
kehangatan keluarga mulai kurasakan
kakak datang tak lama kemudian
cantik, baik hati dan sabarnya luar biasa
merekalah rumahku yang kedua

Abigail namaku
Katanya tuntutlah ilmu sampai ke negeri China
Aku sekarang disana…
Bersama cinta yang datang tiba tiba..
membuat hati berbunga bunga, memberi semangat meraih asa
akupun merasa ini adalah rumahku yang ketiga

Abigail namaku
Setahun sudah hampir berakhir waktu
Disini aku berusaha selalu nomor satu
Seperti Phoenix terbang melesat ke langit biru…
Tapi… seperti dia datang, cintapun tiba tiba, seketika, berlalu
menorehkan luka panjang, dalam, menghujam jantungku…

Abigail Namaku
Seperti terpatahkan semua sayapku, kanan, pun kiri
Tak ingin lagi ku terbang tinggi
Seperti ingin kuakhiri ceritaku sampai disini
Seperti ingin segera kupergi
Kembali ke Arasy

Abigail namaku
bagai malaikat, kakakku mendekat
mendekap lekat
membasuh luka dengan air mata
membuatku merasa kembali ada
kembali menuntut asa…

Abigail Namaku
Selesai cerita cinta,
Akan kubuktikan bahwa aku bisa
Karena seperti namaku….
Abigail Adalah Wanita yang pintar dan kuat
Abigail, The joy of a father

Abigail namaku
Kuingin Tuhan bangga
Anak “terbuang”Nya akan berguna untuk sesama
Abigail, adalah doa terbaik untukku…
Abigail namaku…

Jakarta setelah di palakin lebih dari satu juta… :)

Jokowi… I am fu*king hate you now, but I still love you

Pertama tama saya sungguh melonjak lonjak kegirangan ketika mendapatkan rumor tentang pak Machfud MD akan dipilih menjadi wapres… bayangkan kalau presiden dan wakilnya bersih, anti korupsi, dan juga memiliki kerja yang nyata… saya pikir tidak salah kalau saya memimpikan Indonesia yang maju dengan cepat tanpa di ganggu bangsat bangsat koruptor yang selama ini menghambat kenajuan bangsa ini.

Tetapi kegirangan itu jadi sirna ketika Jokowi memilih Amin maruf menjadi wakil presidennya… tak ada yang salah dari beliau, pun ketika jokowi mau milih orang lain… tetapi apa yang bisa dilakukan Amin Maruf sebagai wakil presiden..?

  • Pengetahuan politik??
  • Hubungan luar negri???
  • Mendobrak staus quo..?????
  • Kepada Minoritas… saya kog tidak melihat beliau memiliki padangan positif ke mereka…

Setahu saya, beliau lebih mengurusi keagamaan… prestasinya.. sudah banyak yang di kasih stempel halal… bahkan kulkas pun di stempelin…

Tapi saya mengerti beliau dipilih bukan karena kinerja…. lebih karena kebutuhan politik yang pihak sebelah suka bilang kofar kafir… padahal jagoannya sendiri lebih kacau… mereka memang kelompok munafik…

Tapi saya mengerti… beberapa kali pilkada, jualan agama di Indonesia memang cara yang cepat untuk bisa mendapatkan hati pemilih… contohnya Jakarta dan Sumut

Tapi saya mengerti bahwa Symbol lebih penting daripada kenyataan…

Yang saya tidak mengerti adalah hal diatas akan juga di dapatkan kalau Pak Machfud yang dipilih… Mungkin ada deal tertentu yang anda harus anda terima… and I hate you for that…

Tetapi melihat segala dinamika politik yang sekarang… Saya akan masih memilih anda… saya lebih rela Indonesia di pimpin Jokowi daripada orang orang yang mengandalkan uang untuk naik panggung politik… I love you for what you did in the past 5 years… I will still vote you regardless whos the vice president going to be…

But let me say this one more time… I am fucking hate you now, but I still love and support you… hope the time will heal my dissapointment…

Jakarta, baru bangun dari tidur di depan pintu…

 

 

Have a friend..!

Very interesting topic today with my new boss… dia terkenal sangat Pushy dan get things done… beat things up :) tapi tadi pas one on one pertanyaan pertama yang dia tanyakan adalah : dari semua orang di kantor ini, siapa yang kamu anggap sebagai teman dekat…

I frowned a bit and asked… why you ask that..??? I can mention any name and all of them are my friends… but I am more interested in why do you ask me that..?

He said… in the end of the day… the friend are the one that keep us going trough… so I want everyone has at least one very close friend…

So who is your friend here then… I asked, He said I don’t know, I just new in here… you want to be one… I dont mind… quickly answer it… :)

Lets talk one on one over coffee then… :)

Jakarta, my first morning coffee with the new boss….

Ini Gubernur Jakarta… Niat Nggak Sih..?

Setelah terpilih menjadi gubermur, Pak Anies dan Sandi sepertinya agak ogah ogahan untuk mengatur Jakarta ini… saya bilang “sepertinya” karena saya yakin tidak demikian, hanya saja dari apa yang telah mereka perbuat, banyak hal yang membuat saya agak… kira kira mau bilang.. “really…? really Pak? is that the best you can do for Jakarta..?”  Contohnya:

Memecat bawahannya dengan menggunakan WA… 

Apa yang hendak di tunjukkan olah gubernur kita ini dengan memecat bawahan (beberapa walikota) melalui aplikasi Whats app..??? Kalau saya menjadi bawahan yang di pecat, saya pasti akan perkarakan tindakan semena mena itu… apapun alasannya…

Ketika ditanya kenapa memecatnya pakai WA…? Sandiaga Uno berkata pendek ” Zaman Now ya“. Pak Sandi, sebagai orang bisnis anda harusnya mengerti sangat hal tersebut sangat tak patut. Anda ini panutan HIPMI juga… contoh itukah yang ingin anda berikan kepada pelaku bisnis di Indonesia…??

Hampir tak peduli terhadap ASIANGAMES

Ya saya tahu pasti anda peduli sekali dengan Asian games, sampai membongkar trotoar di jalan utama dan merencanakannya selesai pada bulan Desember…

Anda peduli sekali terhadap AsianGames sampai dengan Jurus potong kompas anda yang sangat terkenal itu.. tutupin kali item dengan jaring dari pada melihat akar masalah dan membereskannya

Mengibarkan bendera dengan menggunakan tiang bambu yang anda bilang itu adalah inisiatif warga… bahkan anda memberikan penghargaan kepada warga tersebut yang ternyata adalah simpatisan anda… gak ada yang salah juga… Tapi mana inisiatif anda..???

Cobalah lihat Palembang yang bersolek dan terlihat ceria menyambut kedatangan Asiangames di kota mereka.

Sebagai pemimpin sepertinya kalian tak pernah salah

Iya belum pernah saya lihat anda bertanggung jawab terhadap sesuatu yang tidak berjalan dengan baik… semua salah orang lain…

Memang mudah melemparkan tanggung jawab… tapi sebagai pemimpin bukannya andalah yang harusnya accountable…? sebagai pemimmpin bukannya andalah yang harus membereskannya..?

Anda ini bekas mentri Pendidikan, anda ini salah satu pencetus Indonesia mengajar, seorang dosen…. dan memiliki wakil seorang yang kaya dan businessman… Kalau kelakuan bisanya cuma menyalahkan orang lain, nenek saya mungkin lebih jago untuk jadi gubernur….

KZLBGT

Jakarta, ditengah meeting gak ada kopinya

 

 

Bagaimana Presentasi Yang Lebih baik

Pengalaman presentasi bertahun tahun… Ini saya share beberapa cara presentasi yang lancar

  • Tidak lebih dari 3 point yang mau di bicarakan di slide
  • Slide kudu concise dan fokus, kebanyakan angka malah membingungkan
  • Flow story kudu nyambung dari slide ke slide
  • Untuk menyambung slide, ada kata kata penghubung Mis: sekarang bagaimana dengan penjualan di provinsi Jawa barat… baru slidenya diganti ke slide ttg jawa barat… bukan di ganti dulu baru ngomong
  • Jangan baca slide… melirik slide harus sudah tahu tentang apa yang kudu di fokuskan
  • Bicara menghadap audience, menghadap slide hanya apabila mau menujukkan support data
  • Be energetic
  • Dont tell joke if you are not comfortable… only advanced presenter can pull it off
  • Coba ceritakan kembali pokok presentasinya dalam 3-5 menit tanpa slide, seperti kalau anda tiba tiba bertemu CEOnya di lift,  dan minta di update saat itu juga

Depresi…Kurang dekat dengan Tuhan ?

depression-1250897_960_720

Dulu saya sangat “mengecilkan” orang yang menderita depresi atau memiliki tendensi bunuh diri… Pasti orangnya tidak percaya tuhan, pasti tak pernah berdoa dll dll selalu itu yang saya pikirkan… semua berubah ketika saya ditemukan dengan beberapa teman yang menderita hal ini.

Sungguh membuka mata dan hati… Apa yang saya pikirkan semuanya tidak ada yang benar… dan saya merasa sangat bersalah.

Saya baru menyadari, bahwa ketika depresi itu datang, tak ubahnya anda seperti kena serangan kram perut… atau maagh akut… atau apapun penyakit yang memberikan sakit fisik kepada anda… hanya saja ini psikis…

Ruang tiba tiba mengecil…  mencekik, semua yang anda lakukan tak berguna, rasa bersalah yang tiba tiba datang memuncak, seperti semua orang berteriak menyalahkan anda… bising sangat… anda ingin pergi dari dunia…

Dan ketika semua ini datang… menyuruh berdoa, menyuruh lebih dekat dengan yang kuasa… tidaklah membantu… malah mungkin memperparah keadaan… menyalahkan penderita depresi karena tak dekat dengan Tuhan.. :(

Percayalah beberapa penderita memiliki jiwa yang cantik luar biasa, doanya tak putus, Tuhan selalu ada setiap perbuatan, ingin bisa membantu sesama, ingin berbuat lebih banyak, ingin memberikan yang terbaik buat anak anaknya, anak yatim piatu…  mungkin mereka lebih dekat dengan Tuhan daripada yang menyuruh…

Mereka mampu membasuh jiwa jiwa yang kering dengan kesederhanaan, dengan menunjukkan perjuangan, dengan perhatian kepada sesama, dengan rendah hatinya…

Kita susungguhnya harus malu untuk mengatakan bahwa mereka kurang dekat dengan Tuhan

Jakarta, setelah membaca stellernya Vena berjudul black dog

Zohri adalah ayam pajangan

Ketika sebuah rezim di Indonesia ditanya kenapa negara kita miskin prestasi…. jawabanya akan berputar tentang kurangnya infrastruktur dan dana yang kurang memadai… pun ketika infrastruktur dan dana sudah disiapkan… jawabnya akan masih kurang… Intinya kita tidak akan ada ayam selama telurnya tidak ada…

Zohri membuktikan sebaliknya… dia sudah berprestasi tanpa ada infrastruktur dan dana yang memadai… apa yang di dapatkannya..? dia hanya menjadi rebutan politik, bahkan kitapun tak mau mengakui bahwa Zohri memakai bendera Polandia yang di balik

Setiap orang mengelu elukannya, Mentri yang gak ada kerjaannyapun tiba tiba latah membuatnya sebagai pahlawan… Presiden mengundang ke istana negara dan lain lain dan lain lain.

Tapi apa yang sebenarnya di dapatkan Zohri..? Rumah yang di perbaiki? paket umrah dari entah siapa? beberapa kepin uang receh..? ya itu semua baik tapi yang dibutuhkan beliau bukan itu…

Ini adalah momentum bahwa bangsa Indonesia sudah mendapatkan ayam… rantai khianat “ayam dan telur mana duluan” sudah di patahkan… sudah seharusnya dipikirkan bagaimana mensupport Zohri menjadi lebih baik lagi… lebih berkarya lagi, menularkan kepada generasi baru, mensupportnya…

Tapi yang terlihat sebaliknya… ayamnya di kasih kandang, di kasih pakan, dikasih jalan jalan… bentar lagi mungkin jadi bintang iklan…  beliau akan naik gaya hidupnya, akan miskin prestasi kedepannya, berhutang untuk mempertahankan gaya hidupnya dan dia akan hilang ditelan masa…

Zohri akan cuma jadi ayam pajangan dan mati mengenaskan… kita sungguh biadab…

Jakarta diantara sebal 2 jam

@ichwanpersada: Bagaimana Menyikapi Ketika Bertemu Investor Film Pemula

Di paparkan di twitter oleh @ichwanpersada silahkan menghubungi beliau untuk komunikasi selanjutnya

Tiap ketemu investor baru dan sama sekali belum punya pengalaman terlibat di film, maka saya selalu tanya 2 hal: referensi dan ekspektasi. Kedua hal ini perlu diketahui dari awal agar kita tahu dimana seharusnya berpijak.

Referensi penting agar kita paham selera sang investor dan ekspektasi juga tak kalah penting karena kita bisa mengukur apa yang ingin dicapai dari produksi film yang akan dibuat. Semuanya akan relate ke satu hal: DUIT.

Sang investor pun bercerita bahwa ia ingin bikin drama musikal. Dalam hati saya berkata, “Yess!” Salah satu cita-cita saya bikin drama musikal karena kebayang ribetnya ampun-ampunan dan pasti bakal sangat menantang.

Lantas ia menyebut “The Greatest Showman” sebagai salah satu referensi. Dan dalam hati lagi-lagi saya berteriak kencang, “Yessssss!” Film itu jadi salah satu drama musikal favoritku sepanjang masa.

Pada dasarnya saya orang yang optimis. Jadi saya memandang segala sesuatu terlebih dulu dari sisi baiknya. Bagus dong kalo ada investor lokal mau bikin drama musikal selevel “The Greatest Showman”.

Setelah bicara referensi, lantas kita beralih ke topik selanjutnya: ekspektasi. Selain pencapaian secara artistik, salah satu cara mengukur sukses film ya dari perolehan penonton. Dan sang investor mantap menjawab bahwa target mereka 2 juta penonton. Baiklah.

Selain optimis, saya juga punya sisi realistis tentunya. Dan setelah mendengarkan keinginan dan keyakinan sang investor, waktunya bagi saya untuk merespon, meski mungkin akan terdengar pahit olehnya. Hiks.

Saya bilang seperti ini. Kalau mau pencapaiannya seperti “The Greatest Showman”, effort-nya harus luar biasa gede juga. Kita tiru mentah-mentah saja apa yang paling menarik dari film itu. Yang pertama, tentunya lagu-lagunya yang super keren dan sebagian sing-along banget.

Lantas set-nya pun luar biasa spektakuler dengan tata artistik yang extravagant. Dan jangan lupa yang paling ribet adalah bagaimana menata koreografi puluhan pemain agar tetap menonjol dan saling menutupi dan gak lebay.

Most important thing adalah punya skenario yang mantap. Investasi terbesar dari sebuah produksi film adalah skenario. Kita boleh punya bujet produksi gak gede, tapi mesti berani spend bayar penulis skenario dengan kualitas bagus dong.

Sang investor menyebutkan bahwa ia sudah meng-hire seorang penulis skenario. Ketika namanya disebut, bahkan dipanggil 3 kali, saya gak ngeh. Sopo toh? Saya ngecek di juga gak nemu nama orang yang dimaksud.

Saya mulai dag-dig-dug. Dan makin berasa seeer-nya ketika diminta baca sinopsis yang ditulis oleh si penulis skenario. Subhanallah, masa sih bikin sinopsis 1 halaman dengan perkenalan singkat karakter, jelasin konfliknya apa dan bagaimana resolusi konfliknya kagak bisa?

Buat saya, kalo seseorang mengklaim diri sebagai penulis skenario dan bikin sinopsis 1 halaman kagak bisa ya gimana logikanya mau nulis 80-100 halaman skenario dengan struktur yang rapi? Kita belum ngomongin hal-hal teknis lain lho ya.

Setelah bahas sedikit soal skenario, saya bilang bahwa kalo mau bikin film dengan referensi seperti “The Greatest Showman” ya persiapannya mesti luar biasa. Mungkin latihan koreo dan nyanyinya bisa 3 bulan, dan syutingnya pasti lamaaaaa.

Saya belum pernah bikin film action dan musikal dan di bayangan saya bakal sama ribetnya. Gak bisa buru-buru karena banyak elemen terlibat di depan kamera. Mungkin cuma bisa 1 scene 1 hari tuh. Bayangin kalo skenario punya 120 scene tuh.

Dari situ juga bisa menakar soal biaya. Katakanlah sehari syuting abis minimal cepek lah. Kalo syuting 1 scene 1 hari untuk 120 scene, berarti perlu 120 hari syutingnya. Artinya buat operasional syuting aja bisa 12 M sendiri.

Saya melihat kekhawatiran mulai muncul di wajah investor. Mungkin ia gak terbayang bahwa bikin film drama musikal itu super ribet. Tapi saya harus menjejakkan kaki sang ke investor ke tanah agar ia tak dibegoin orang lain nantinya.

Salah satu “penyakit” orang yang gak pernah bikin film adalah menganggap hampir semua film Indonesia gak ada yang bagus. Saya sih senyum-senyum saja mendengarnya. Rupanya itu karena sang investor baru saja nonton sebuah film keluarga di bioskop dan tak memuaskan hatinya.

Saya ditanya perihal film tersebut dan saya bilang bahwa saya hepi-hepi aja tuh nontonnya. Saya menegaskan ketika saya nonton film di bioskop, saya gak pernah datang dengan keinginan untuk mengkritik. Memang pure untuk menikmati dan terhibur. Mungkin saya tipe penonton receh.

Setelah soal referensi, sekarang kita bicara soal ekspektasi 2 juta penonton yang dahsyat itu. Kebetulan saya menggandeng tim yang bisa memaparkan detil terkait ekspektasi itu. Tim saya bilang kalo mau dapat penonton segitu ya harus reach ke calon penonton potensial 40 juta.

Ngomongin soal target penonton itu kan mesti bicara data. Mesti ngomongin effort yang harus dikeluarkan seberapa besar, cakupan promosi seberapa luas, aktifitas promosi seberapa kuat. Gak bisa njemplak bikin target penonton ala ngayal-ngayal babu.

Ketika tim saya memaparkan semuanya dan berujung pada satu hal tentang berapa rupiah yang harus digelontorkan, wajah sang investor terlihat makin grogi. Ya iya dong, mau dapet 2 juta penonton, tapi pancingannya pake ikan teri, ya mana bisa lah?

Film Indonesia memang lagi bagus-bagusnya, makanya banyak investor mau ikutan main disana. Tapi investor juga mesti dikasih tahu bahwa kalo mau dapat gede, umpannya juga mesti gede. Udah gak jaman pakem “modal sekecil-kecilnya untuk hasil sebesar-besarnya”.

Tugas produser itu selain ngeyakinin investor bahwa duitnya aman, juga mesti ngasih tahu pahit-pahitnya juga. Kalo mereka mau “bakar duit” ya kita bakarin. Tapi kalo mau cari duit, ya kita bikinin kalkulasi yang bener. Supaya mereka gak sekali bikin film trus kapok.

Setelah ngomong pait, kita lihat saja bagaimana sang investor merespon. Apakah masih yakin dengan referensi dan ekspektasinya atau mau ganti cerita yang lebih aman ….hehehehehe.