Photography

Faster than the speed of light…

This picture is about a motorist… it is still early in the morning, probably he was on the night shift and having quick nap before continue his journey home… Now, he may already arrived at his destination or beyond…  in his dream… that’s how we can travel faster than speed of light…

Faster than the speed of light

Faster than the speed of light

I did not have a chance to make a second shot, afraid that the person may wake up… but I  believe that I got the shot.. I may be can crop it, but I like it as it is… right from the camera… if you have inputs please write it down below

Advertisements

Color Run 2014 Jakarta

Color run pertama kali diadakan di Jakarta, dan beruntung saya pas pada saat itu sedang berjalan jalan di kawasan jalan sudirmman…  Tentunya saya tidak melewatkan kesempatan ini untuk mengambil bebrapa gambar pelari yang ceria…  beikut ini adalah beberapa diantaranya:

Mummy run Mummy...

Mummy run Mummy…

Image

New hair in fashion…

Image

Great dad

Image

Kudanil dan macanpun ikut lari juga…

Image

Yang penting ikut mejeng

Color run 2

Tak lari, jalanpun jadi..

color run Jakarta 2014

Peserta paling unyu..

Colour run Jakarta 2014

Kurcaci dan elf pun ikut partisipasi

Colour run Jakarta 2014

Cool bro… pakai ceng-dem pembagian panitia

Colour run Jakarta 2014

Konon kabarnya cat yang paling susah hilang adalah yg warna merah, wanita ini beruntung hanya kena yang biru 

Colour run Jakarta 2014

Rambutnya bukan karena kena cat… tapi karena kepribadian…

Colour run Jakarta 2014

Bule ini pakai showwer cap istrinya… dia lari karena sedang di kejar sang istri..

Itulah sebagian dari gambar gambar color run Jakarta 2014, saya pikir cukup untuk menggambarkan betapa cerianya event ini… diselenggarakan oleh CIMB niaga sebagai sponsor utama, konon Catnya harus diimpor dari India..

Memproses RAW image menggunakan Picasa

Sedikit sharing bagaimana saya memproses RAW file menggunakan Picasa. Picasa adalah program dari google yang gratis, tidak terlalu lengkap tapi oklah untuk kebutuhan dasar kita, berikut ini adalah bagaimana saya memproses Raw image menggunakan Picasa… Pertama bukalah raw atau Jpeg  image di PIcasa (edit with picasa) seperti dibawah ini, untuk file yang lebih besar sila klik image dibawah ini…

Budha RawPada image diatas adalah image yang berupa RAW yang dibuka, terlihat bahwa image diatas, tidak terlalu kontras, dan kurang menarik… memang itulah ciri ciri dari file RAW… pada gambar ini bisa anda lihat ada panel sebelah kiri dan sebelah kanan. Sebelah kiri adalah fungsi manipulasi gambar yang bisa anda lakukan sedangkan sebelah kanan adalah informasi gambar yang tercetak pada EXIF.

Pada halaman ini saya biasanya menggunakan untuk crop gambar saja pada panel sebelah kiri.. yang lain jarang sekali saya lakukan… setelah cropping sesuai dengan apa yang saya inginkan maka saya klik tab kedua yaitu untuk manipulasi cahaya dan warna seperti berikut ini (klik gambar untuk melihat lebih besar)

Light and ColorDengan mengubah beberapa nilai cahaya dengan cara menggeser “slider” pada panel di sebelah kiri maka warna “mulai” muncul, tidak se-pucat sebelumnya. disini sudah cukup untuk bisa ditayangkan tetapi warna masih bisa di “boost” sedikit… Picasa terbatas sekali fungsi untuk mem-boost warna dan saturasinya… tapi disini ada dua fungsi yaitu boost dan Lomoish… untuk gambar ini saya memakai fungsi boost yitu di tab paling kanan seperti berikut ini

Boost ImageBoost image ini bisa kita atur kekuatan boostnya sesuai dengan yang kita inginkan dengan menggeser slider… saya pikir cukup bagus ( mungkin harusnya boostnya gak usah terlalu kuat tapi gak apa apa) dan saya cukup puas dengan hasilnya… sebenarnya dengan cara lomo-ish juga bisa dan menghasilkan pinggir yang menghitam, tapi saya pikir gambar diatas sudah lumayan.. :). Setelah puas saya meng exportnya ke JPEG file dengan cara: FILE=>EXPORT PICTURE TO FOLDER => EXPORT dan inilah hasilnya:

1-DSCF4482-001

Menurut saya gambar diatas sudah sesuai untuk memperlihatkan bahwa Budha ini dipasang pada papan yang kotor dan penutup yang dekil tapi Budha sepertinya tetap tersenyum memberikan kedamaian… Sebenarnya Gambar Budha ini dipasang dibalakang gerobak sampah… mungkin gambar ini bisa memberikan kedamaian bagi yang menarik gerobak tersebut…

lebih baik RAW atau JPEG..?

Ini adalah pertanyaan yang biasa terpikirkan ketika akan mengambil gambar, pada kamera digital, mereka menyediakan dua pilihan bagaimana gambar tersebut akan disimpan, yaitu bentuk RAW JPEG…? bedanya apa..?

RAW file: saya bisa menganalogikan bahwa file dalam bentuk RAW seperti daging yang mentah, belum di masak, bahkan untuk melihatnya diperlukan software khusus.. untuk bisa di dilihat di website, harus juga di export ke JPEG dulu… RAW file ini sebenarnya adalah:

  • File yang diambil langsung dari sensor
  • Uncompressed / Lossless (kalau kameranya 12MB ya filenya sekitar segitu)
  • Gambarnya kontrasnya kurang, kurang tajam
  • Dynamic rangenya (shadow dan highlight) lebih tinggi
  • tidak sesuai untuk langsung di cetak
  • perlu diproses lagi lebih lanjut

Sedangkan JPEG, saya bisa analogikan sebagai daing yang sudah masak siap dimakan. JPEG merupakan file yang merupakan standard untuk bisa dibuka hampir disemua program, termasuk juga web seperti blog ini, adapun ciri ciri dari JPEG adalah sebagai berikut:

  • Bisa langsung dicetak
  • Sudah terkompressi filenya (file lebih kecil)
  • Sudah merupakan hasil proses (baik oleh kamera maupun program lain) dari data yang ditangkap sensor
  • Kontras lebih tinggi, Ketajaman  juga lebih tinggi

Jadi lebih baik yang mana..? jawabannya adalah tergantung, kalau melihat kamera yang sekarang, proses didalam kamera sudah begitu bagus sehingga sekali anda mendapatkan cara men setting kamera yang anda sukai, kemungkinana anda tak perlu lagi untuk mengambil gambar dalam bentuk RAW. Seperti Ken Rockwell, dia jarang mengambil raw lagi. Beberapa situasi yg mungkin sesuai untuk JPEG saja yaitu

  • Foto foto yang “tak terlalu penting”, misalnya pesta ulang tahun teman, Selfie dll
  • ingin cepat cepat di upload di Socmed
  • Ketika sudah yakin bahwa proses kamera sudah sesuai dengan yg diinginkan
  • Tak punya sofware / fasilitas utk memproses gambar lebih lanjut
  • media penyimpanan tak terlalu besar

Kalau RAW biasanya di gunakan apabila:

  • Anda ingin “mengulik” / memproses lebih lanjut foto anda. Karena filenya lossless, maka anda bisa memprosesnya sesuka anda, tapi bila memproses dari JPEG, banyak detail yang sudah hilang pada saat kamera memprosesnya
  • Kalau anda berencana memamerkan foto foto anda nantinya
  • Untuk digunakan dalam persidangan, karena tanpa manipulasi..

Kalau saya sendiri lebih sering mengambil dalam bentuk RAW, karena saya ingin belajar lebih lanjut tentang prosessing, Tetapi karena kamera X100 memungkinkan untuk mengambil dua file sekaligus, saya juga sering mengambil RAW + Small JPEG, sehingga saya bisa cepat upload ke socmed,

Sekian, Gong Xi Fa Choi…

Hobi Baru Street Photography

Saya cukup terinspirasi dengan beberapa photographer yang melakukan hobinya dengan melakukan street photography, sepertinya mereka sangat menjiwai juga menikmati aktivitas ini sampai mereka tua. Bahkan saya ingin menjual senapan saya untuk membeli peralatan fotografi yang tidak murah itu,

Kamera meruapakan satu keputusan yang harus diambil untuk melakukan hobi ini, Selama ini saya hanya memiliki kamera BB saja, sebelumnya saya selalu meminjam kamera teman. sudah saatnya saya memiliki kamera sendiri. Setalh melalui beberapa  pertimbangan dan juga membaca review yang ada, serta ada kesempatan untuk membeli kamera yang sesuai budget, maka saya memberanikan diri untuk membeli kamera Fuji X100 bekas punya teman seharga 6 juta.. eekk mahalmya, tapi sepertinya cukup ok utk harga segitu, saya suka bentuknya, cantik seperti dibawah ini… masalahnya adalah lensanya gak bisa diganti ganti…  tetapi toh saya pakai BBM juga lenasanya gak bisa diganti, jadi kamera ini akan menjadi kamera yang akan jauh lebih baik daripada kameranya BBM :).

finepix_x100

Software karena satu dan lain sebab, software sudah tidak ada untuk kamera ini, jadi saya memakai Picasa saja… gratis.. tis tis, terlebih lagi Picasa ini bisa membaca file RAW nya si X100 ini…

Media penyimpanan saya menggunkan komputernya kantor, tapi untuk mengantisipasi komputer ini dicabut sewaktu waktu, dan di perlukan untuk menghapus semua hard disk, saya menggunakan dropbox sebagai media back up.

Berikut ini adalah gambar pertama kali yang saya ambil… inilah tonggak sejarah hobi baru ini.. :p, sebelah atas adalah hasil RAW sebelum di tambahin apa apa, sebelah bawah sudah di proses sedikit pakai PICASA

Langsung dari kamera

Langsung dari kamera

Sudah diproses memakai Picasa

Sudah diproses memakai Picasa

Demikian laporan hari ini.. Cheers