Profesional life

Made mistake today.. huge one…

I believe that a disaster is not because of one mistake, it needs series of mistakes to be a disaster… one mistake is mine, I can point out that others are failed too, but pointing finger is for the sissy, we should own the problem and will solved it although it might be hard.

Well, life is tough… if it is too easy, it will be very boring… :)

 

Advertisements

No one wants to hear problems, give them solutions

maths

maths (Photo credit: Sean MacEntee)

When you come to your manager or clients, granted they do not want to hear the problems, they have their own problems already. However, they need to know if the problems are happening…

What we need to  do as client service or subordinate  is to bring the problem as well as the solution that we think is good enough or the best we can do. Sometimes there is no solution to the problems that you can think of… it’s fine, it’s probably beyond your pay check. In that case offer an update to the situation on regular bases, so your manager or client will have no surprises and can have time to prepare it.

If you always come with the problem without potential solution, it shows that you do not care

When You are in Doubt… Ask..!

Hari ini adalah salah satu hari kita memakai pak supir cabutan. pak supir yang baru ini salah parkir tempat sehingga menyebabkan beberapa keributan dari orang yang memiliki parkir tersebut. Kesalahan yang sederhana tapi membuat ketidak nyamanan banyak orang sehingga hari ini saya di damprat oleh yang punya lot parkir, yang perkataannya tak perlu saya ungkapkan disini.

Sayapun bertanya, kenapa bisa salah parkir, bukannya saya tadi sudah ingatkan untuk menempati nomor lot tertentu dan dia pula yang mengambil mobilnya dari tempat yang sama. Rupanya karena masih baru dia lupa dan akhirnya menaruh di “sekitaran” situ, toh kalau empunya lot datang tinggal menaruh mobil ditempat yang kosong saja pikirinya.

Sayapun hanya mengelus dada, ya sudah tak apa apa… kenapa tadi tidak telpon saja kata saya… Dia diam saja, katanya takut mengganggu. Apa betul dia takut mengganggu pikir saya, bukankah tadi dia juga telpon ketika datang…? Sayapun mengingat di Kantor ada orang yang memiliki attitude yang sama, lebih baik salah daripada bertanya.

Ada beberapa hal mengapa seseorang tidak mau bertanya:

  1. Takut dianggap bodoh
  2. Ingin membuktikan bahwa dia mampu dan mandiri
  3. Takut bertanya
  4. Ingin menyembunyikan sesuatu

Padahal justru sebaliknya, ketika anda bertanya, maka artinya anda berdiskusi dan berkonsultasi, guna boss adalah untuk di tanya-tanyai karena beliau memiliki pengalaman yang lebih dan mungkin juga lebih expert dibidang tertentu.

Bayangkan ketika anda tidak bertanya, tidak berdiskusi maka kalau saja proyek anda atau pekerjaan anda bagus, simply tidak akan kelihatan oleh siapapun karena tidak ada yang anda ajak bicara. Leader kita akan menganggap hal tersebut adalah biasa yang semua orang bisa melakukannya. Dengan bertanya, anda memberi tahu bagaimana kompleksnya masalah yang ada, dan kalau anda bisa suggest jalan keluarnya malah bagus… Secara tidak langsung anda sedang mempromosikan anda sendiri. Kalau anda tidak bertanya dan menjadi masalah yang besar, maka boss akan sangat marah karena tidak dilibatkan.

Jadi jangan takut untuk bertanya, when you are in doubt.. ask..

 

Berapa jam anda bekerja dalam sehari..?

Bila anda bekerja di kantoran maka official office hour adalah 8 jam sehari, yaitu jam 8 pagi s/d jam 5 sore dipotong makan siang 1 jam. Tapi apakah kita benar benar bekerja 8 jam sehari..?

Dari beberapa kantor yang saya pernah bekerja, maka jawabannya sangat bervariasi. Saya pernah bekerja hampir 12 jam sehari (tanpa uang lembur), bahkan beberapa waktu saya pernah sampai tidak tidur (tanpa uang lembur) ketika awal-awal bekerja.

Tetapi saya juga pernah bekerja hanya rata rata empat jam sehari… dengan gaji lebih tinggi.. :). Semakin saya bisa bekerja dengan cepat, semakin banyak jam yang bisa saya pakai untuk melakukan hal yang lain. Semakin saya memiliki kemampuan, saya bisa melakukan lebih dengan jam yang lebih sedikit.

Bila anda secara konsisten bekerja lebih dari delapan jam sehari dari dulu sampai sekarang, ada beberapa hal yang perlu anda tanyakan :

  • Mungkin anda tidak cocok di perusahaan tersebut, karena anda begitu lambatnya mengerjakan pekerjaan anda sehari hari.
  • Mungkin perusahaan anda tidak fair kepada anda, karena seharusnya pekerjaan anda hanya bisa dilakukan oleh dua orang.
  • Mungkin Teknologi di perusahaan anda sudah terlalu lama sehingga anda harus mengejar ketertinggalan dari kompetitor lain.
  • Mungkin gaji anda tinggi sekali karena perusahaan juga mengkompensasi waktu anda pribadi yang ikut terpakai di kantor dan anda senang dengannya.

Tetapi kalau anda bekerja dengan waktu yang significantly lebih sedikit dari delapan jam sehari, ada beberapa kemungkin yang menyebabkannya:

  • Mungkin anda kurang challenge dan anda menyukainya
  • Mungkin orang tidak tahu apa kompetensi anda
  • Mungkin Gaji anda rendah, sehingga perusahaan merasa worth it untuk tetap memepertahankan anda
  • Mungkin anda stuck disana…

Nah kira-kira anda termasuk yang mana..? :). Anyway, kalau anda adalah seorang entrepreneur, maka hal diatas tidaklah berlaku, secara rata rata entrepreneur bekerja selama 12 jam sehari… real work..!

Jangan Umbar Janji kepada bawahan

Hari ini seseorang pimpinan perusahaan dimana saya bekerja, menjanjikan untuk memberikan charger BB yang bisa di colokin ke cigarette Lighter. tentu saja saya sangat berterima kasih terhadap pemberiannya tersebut.  Tetapi saya tahu bahwa hanya waktu yang akan menjawab apakah saya akan mendapatkannya atau tidak.

Beliau tentu tidak memiliki niat untuk menipu, hanya saja beliau ini sangat sibuk dan banyak sekali pekerjaan yang lebih penting daripada mengingat bahwa besok dia harus membawa Charger BB untuk saya. Masalahnya adalah hal ini sering terjadi, sebagai orang yang belum memiliki agenda maha penting, tentu saja saya masih bisa mengingat beberapa janjinya yang lain yang sampai sekarang belum terlaksana

Ini adalah pelajaran penting untuk saya pribadi… Mungkin Janji itu bisa dikatakan insignificant untuk kita, tetapi mungkin juga itu adalah suatu yang besar buat bawahan. Bukan masalah nilainya, tapi adalah perhatian yang diharapkan dari kita, tidak emmenuhi janji bisa membuat respect dari bawahan kita hilang atau berkurang.

Seorang bawahan mungkin akan sangat mengingat kalau kita menjanjikan misalnya: makan siang bersama, traktir makan malam, atau bahkan kenaikan gaji. Sedangkan kita sendiri bisa langsung lupa setelah selesai percakapan. Bawahan tersebut tidak akan berani untuk menagihnya, sehingga bisa terjadi mereka menunggu terus sepanjang waktu.

What To Do? Kalau kita berjanji kepada bawahan seberapapun kecilnya, sebaiknya Catat dalam agenda dan buatlah perlakukan sebagai sesuatu yang sangat penting. Mereka akan mengingatnya sepanjang waktu, jangan sampai gara gara hal sepele, kita dipandang orang yang ingkar janji…

I Stop Finding My Passion…

Sering kali saya mendengar bahwa kita bisa sukses apabila bekerja sesuai dengan passion yang kita miliki… intinya adalah kalau pekerjaan itu kita sukai maka kita akan bisa lebih sukses dibandingkan yang lain.

Bukan saya ingin mendebat pendapat tersebut, tapi coba anda tanyakan kepada diri anda… Apa passion anda..? Bisakan anda menjawabnya dengan cepat..? Kalaupun anda memiliki waktu yang banyak, saya yakin andapun akan kesulitan menjawabnya. Kalau anda bisa, maka saya harus memberi anda selamat, karena anda sudah pada level “begawan”. Menurut saya finding passion itu merupakan hasil dari kontemplasi, pencarian makna hidup yang tidak bisa didapatkan dengan cepat.

Tetapi saya melihat bahwa beberapa orang memiliki gairah yang lebih dibandingkan dengan yang lain dalam melakukan sesuatu hal, dan kita bisa melihatnya… Di kantor misalnya, kita bisa melihat siapa yang memiliki gairah untuk melakukan suatu hal (selling misalnya) dan siapa yang melakukannya hanya karena itu adalah bagian dari kerjaan. Biasanya yang lebih bersemangat dan menikmati bisa dapat lebih meskipun tidak selalu.

Ketika saya tanyakan apa passion mereka, (apa yang membuat mereka bergairah / hal yang membuat mereka senang), selling bukanlah jawaban mereka…  reading book, traveling etc adalah jawaban yang umum. Mungkin kita mixed up antara Hobby dan Passion, mungkin kita tidak tahu apa arti passion sebenarnya…

Anyway I stop thinking about what my passion is. I just do things, if I like it  I continue doing it, if not I stop doing it.  That simple…

Financial Target

Lets talk about target, I mean financial target, what is your company target for this year… If your company target is below 6%, congratulation… enjoy your holiday. Most company will aim for more than inflation. Most of the company in Indonesia now aiming 15% increase compare to last year, even some companies are very aggressive in setting their target I heard 25% is common for a growing industry.

Now lets forget about the company target, how about your personal financial target, never thought about it huh..? how much you plan to get it for this year…? As for myself I aim for 20%. Hei if my company is very aggressive in setting up their target why can’t I. Where do I get it.. just like company I need to set up plan to achieve it… here it goes:

  • 10% from the company (yearly increase)
  • 5% from my stock performance
  • Another 5% from other business. I buy and sell cars, and properties and anything that I can trade when the opportunity arise.

So yea that is the plan…  it might change along the way but its OK, its part of the plan… :) Just for fun of it, I will update you with the actual result… stay tune…

Branding: Attributes

Attribute pada dasarnya adalah karakteristik yang melekat pada sesuatu, bisa orang, bisa benda, bisa merek dan lain lain. Misalnya kalau saya ingin mendengar kata Volvo, maka yang terbayang adalah mobil dengan safety yang tinggi, kalau saya ingin mobil yang prestige, saya akan melihat Mercedez benz dst.

Attribute ini pada dasarnya adalah bagian dari merek, harus dibangun dan dikomunikasikan dengan baik secara konsisten. Nama anda adalah merek anda apalagi ketika anda memasuki dunia sosial media, maka percakapan anda di sosial media sebenarnya mengkomunikasikan merek anda.

Ambil contoh, saya mengambil nickname Gadeblazz, saya ingin mengkomunikasikan bahwa merek Gadeblazz ini akan memiliki attribute tertentu yaitu anti kemapanan (rebellious), Financial freedom, hungry for continuous learning. Apakah saya mengkomunikasikannya dengan baik..? Belum jauh dari itu… sekarang masih tahap belajar blogging dan twitter.. :)

Kembali ke Attribute, intinya adalah, apa yang kira kira ada di benak orang ketika nama anda disebut. Si funky? si Pelit?, si humoris?, religious? si Pandai? dll. Attribute apa yang melekar pada nama kita.

Tidak lulus probation

Hari ini kantor tidak meluluskan probation period seseorang, artinya orang tersebut tidak diterima bekerja di perusahaan ini merkipun sudah lulus berbagai macam test dan actually sudah mulai bekerja di perusahaan ini..

Apa itu Probation Period: adalah masa percobaan anak baru, biasanya selama tiga bulan. Pada saat probation period ini, baik anak baru ataupun perusahaan berhak untuk memutuskan secara sepihak kerjasama yang ada. Intinya begitu masuk seminggu, anakl baru boleh langsung bilang tidak cocok dan pergi, begitu juga perusahaan.

Kenapa tidak lolos Probation? Ternyata anak tersebut dianggap tidak bisa bekerja sama dengan baik bersama teamnya. Sangat kaku dan penyendiri, sedangkan dalam dunia client servicing (agency) , flexibility dan juga sosialisasi merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan pekerjaan. Bukan masalah kepandaian, dalam hal IPK dan tes tertulis yang bersangkutan diatas rata rata.

Another Case bahwa yang diperlukan bukan hanya kepandaian… saya yakin yang bersangkutan akan lebih memiliki chance untuk sukses bila bekerja di tempat yang tidak terlalu memerlukan interaksi dengan karyawan lain.