Hariri, ngaku Ustad kelakuan Preman…

Saya tidak mengerti orang-orang seperti ini menjadi ustad… menjadi panutan… kepada beliau saya ingin sampaikan, sudahlah.. gak usah pakai kata ustad.. bikin malu ustad yang beneran… berikut ini beberapa twitt saya ttg ustad ini 

1. Baru saja melihat Youtube tentang Ustad Hariri… Saya tidak mengerti bagaimana orang ini bisa menjadi Ustad… kelakuannya kampungan

2.Ternyata orang ini jebolan Akademi Dai (TPI), Akademi untuk menjadi ustad, semacam pencarian bakat dan mengkarbit orang jadi seleb…

3. Sangat miris melihat ustad ini menggunakan “power” ke Ustad-annya untuk membulli orang yang seharusnya dia lindungi…

4. Menjadi ustad memang tidak ada sertifikasinya… bisa cuap cuap tentang dalil cukup sudah… tak perlu memiliki kematangan setara begawan

5. ternyata yg menjadi masalah adalah si Ustad ini tersinggung karena seorang operator sound system menjawab dengan nada tinggi.. itu saja

6. sebenarnya si operator ini sudah minta maaf sambil menyembah… minta maafnya sudah paling pol..

Image

7. tapi si Ustad ini memarahinnya di depan khalayak ramai… mungkin dia mau memberikan malu yang sangat… tak cukup kalau “hanya” disembah

8. bahkan ketika si operator ini mau pergi karena sepertinya sudah selesai dimarahi, si ustad ini membentak dan menyuruh kembali..

9. Setelah 2 menit, sepertinya Ustad ini menjabat tangan… memaafkan orang itu dan mungkin mendoakan… betapa mulia

Image

10. ternyata tidak.. ustad ini menjabat tangan untuk menarik tangan tersebut utk tangan kanan diinjak si ustad

Image

11. dan setelah cukup rendah kepalanya si ustad ini menggunakan dengkul kirinya untuk menekan leher…

Image

12. Entah apa maksudnya dan apa yang mau diajarkan kepada pengikutnya, tapi kelakuannya tidak pantas untuk dianggap jadi guru atau Ustad…

Hari ini di TV, Harari yang mengaku menjadi Ustad ini menolak dibilang menginjak kepala… ini hanya “kuncian” katanya… :), apapun namanya ini bukan hal yang pantas dilakukan seseorang yang mengaku Ustad… 

Mengaku Ustad tapi kelakuan kayak preman…  :(

Satu malam di Jogjakarta #streetphotography

Every city has a soul… we are their soul, the city representing us… that’s hat make a city unique, that’s what we as visitor brings home in our heart… this is the second part, you can read the first part here

Riding Becak to drive around the city is the best way to enjoy the city...

Riding Becak to drive around the city is the best way to enjoy the city…

Three wheeler: relic of the past that should not exist anymore… how long can they survive, we don’t know, but in Jogja, they loads of them together wiht horse cart… we call three wheeler Becak, this is the best way to njoy the city, especially during night… I paid US$ 2, to drive around Malioboro, Keraton, back to Malioboro and hotel…

Lesehan or klesetan..?

Lesehan or klesetan..?

Lesehan is eating out on the side of street, without chair… sometime there are street performers too, you can enjoy it in anyway you like… :)

The proper lesehan way...

The proper lesehan way…

The lesehan usually started at 10 PM after shop is closing. actually this occupying public space… but seems we do not really mind … we encourage them in fact.. we enjoy it…

oleh oleh

The famous Oleh-Oleh corner… oleh oleh is Indonesian tradition to bring something specific from an area or city for someone you care… and in Jogja is Bakpia pathok… Chinesse origin…

Bakpia Pathok

I bought 5 of them.. :D, last but not least… you are not visiting Jogjakarta if you have not visit this Keraton… bit of advice.. do it during the day though… its like a haunted place in the night :)

1-DSCF5007

And picture of the youngster… the true soul of the city

Youth..

Gong Xi FA Choi, From Jogja With Love

Jogjakarta…  tidak ada yang lebih jawa dari Jogja… tetapi disini ada festifal perayaan tahun baru Cina… Untungnya festivalnya dekat dengan hotel sehingga saya bisa berjalan kesana meskipun sudah larut malam untuk mengambil beberapa gambar, berikut ini oleh oleh dari sana…

Pecinan

Selamat datang…. di Pecinan

Gong Xi Fa Cai

Pernak pernik Gong Xi Fa Cai

Naga

Naga

 

Kapal

Masih ingat mainan kapal ini..? :)

Sosis Babi kak...!

Sosis Babi kak…!

 

Master Kungfu Pijat dulu

Master Kungfu Pijat dulu

 

Performance dari Multi etnik band

Performance dari Multi etnis band

 

Now and then

Diva… Now and then

demikian…  Gong Xi Fa Cai… from Jogja

Jogja 12 feb 2014

Tembok itu bernama Hermes

logo_Hermes

Tembok itu bernama Hermes….. Tinggi dan angkuh… menyebutnya saja tak bisa sembarangan… ketika saya menyebutnya dengan kata yang hampir sama pada ayam “kremes” semua orang akan tertawa terbahak bahak…

Tembok itu bernama Hermes… rapat, tapi kita masih bisa melihat apa yang ada di dalamnya… terlihat disana wanita-wanita cantik, baju bagus-bagus, kulit putih terawat… penuh cita rasa. Sekali sekali terlihat Princess Syahrini merupakan salah satu penghuni tetapnya… Setiap orang yang bisa melewati tembok ini, namanya tercatat rapi di kantor utama.. seperti nama kita terpatri pada Arsy, terpatri dijaga para malaikat… tak bisa tipu tipu, KW1 atau abal abal… akan segera ketahuan dan memalukan…

Tembok itu bernama Hermes… Beberapa orang terlahir di dalam sana, beberapa harus bekerja keras untuk masuk kesana, beberapa harus menjual harga diri agar bisa melewatinya… Luar biasa aktivitasnya, makan dengan sendok garpu kualitas tinggi… makanan kelihatan porsi kecil tapi cantik tertata rapi… tiap malam minggu… buat yang jomblo diantara mereka, ada pameran fashion show…

Tembok itu bernama Hermes… dengan kekuatan kepeng yang anda miliki, bisa anda memanjat dan melaluinya.. anehnya tak serta merta anda akan diterima dalam lingkaran disana… anda akan tersisihkan, diabaikan… ternyata memanjat dinding Hermes ini diperlukan memanjat banyak tembok yang lain… memanjat tembok lain akan sangat penting untuk memiliki citarasa yang sepadan. Melewati tembok ini tapi tak pernah ke Eropa..? siap siap di cibir… Bisa lewat hermes tapi tak tahu beda rasa antara cake “tous les jours” dan “colette de lola” maka anda bukan bagian mereka… tidak update fashion di dunia, anda kudet, dan so last year…

Tembok itu bernama Hermes… Aku tak hendak kesana hanya kebetulan lewat saja… ternyata ketika aku mau meneruskan perjalanan, kulihat banyak tembok yang lain sama tinggi, sama angkuhnya… lain lain namanya… ada tembok Patek Philippe, tembok Ermenegildo Zegna, Platinum card dll…

Tak bisa kita berjalan tanpa melewati tembok tembok ini… disanalah teman kita terkotak kotak-kan… akhirnya saya putuskan, untuk melewati tembok yang yang tak asing lagi… tembok warteg pak Samsi… disinilah kebanyakan kita berada, bercanda, mencecap kopi sachet, Nasi + ikan kembung dan dadar goreng adalah menu utama…

Kami sering melirik didalam tembok tembok tinggi itu… kami memang senang melihat keatas, mimpi, membayangkan betapa enaknya hidup dibalik tembok tinggi itu… betapa inginnya kami segaya dan se-dandy mereka… terkadang terpikir menjual jiwa kepada para setan hanya agar bisa mencicipi gaya hidupnya… tak sadar bahwa tembok ini meski tak terlalu tinggi dan megah, tapi cukup kering dan hangat… masih banyak dari kita yang tak bisa melewatinya… mereka kedinginan, kehujanan dan kebanjiran… tapi kita memang suka iri dan mendengki…

Jakarta 10 February, Just before leaving to Jogja…

Apakah itu white balance…?

Dalam digital fotografi ada tombol untuk mengubah white balance, ini adalah hal yang menjadi misteri pada saat awal awal saya memulai hobi ini. White balance pada dasarnya adalah untuk memberi tahu sensor agar bisa memproses sesuai dengan sumber cahaya yang ada. Sumber cahaya ini bisa berasal dari matahari, neon, lampu tungsten dll.

Kita harus menyesuaikan proses sensor untuk mengolah dengan menggunakan sumber cahaya tersebut… Lah memangnya apa bedanya..? ternyata terkadang kita tidak bisa membedakan tetapi ternyata warna memiliki temperatur yang berbeda, berikut ini adalah temperatur masing masing sumber cahaya yang umum: Biasanya kamera kita sudah diberi gambar seperti ini:

Whitebalance

Kita tinggal memilih saja sesuai dengan keadaan… salah memilih white balance setting bisa seperti gambar dibawah ini:

1-DSCF4683-005

Kelihatannya sudah lumayan, tapi kalau di pasang di settingan “cloudy”, atau “shade” maka kita bisa mendapatkan gambar dibawah ini

1-DSCF4683-004

Gambar bawah lebih warm / hangat dibanding diatas yang kebiru biruan… Dahulu saya memakai auto WB dalam mengambail gambar sehari hari, tetapi saya rasa setting “cloudy” atau “shade” untuk outdoor bisa memberikan gambar yang lebih hangat.  saya sarankan bila sekarang anda memakai settingan auto WB coba anda ubah ke cloudy biar agak lebih hangat warnanya… karena hangat selalu lebih “mengundang” daripada yang dingin (kebiruan), kalau anda profesional tentunya anda lebih tahu tentang apa yang harus anda lakukan…

Sekian, cheers for now…

Patung: Banyak anak banyak rejeki…

Pada sebuah mall saya melihat patung perungu yang menurut saya sangat menarik yang menggambarkan seorang ibu bersama banyak anak kecil dan ibu otu sangat santai dan menikmati waktu bersama dengan anak anak tersebut… ini adalah foto yang pertama saya ambil:

Image

banyak anak banyak rejeki

Sebetulnya gambar diatas cukup ok, tetapi tampak dibelakang foto ada pengunjung  dan juga escalator yang cukup menganggu, saya bisa saja menunggu sampai sepi tapi hal tersebut tak pernah terjadi… di mall gitu loh.. akhirnya saya mencoba mengambil foto dari sudut pandang yang agak kebawah sehingga background tidak terlalu tampak terlihat.. hasilnya adalah sebagai berikut:

Image

Banayak anak banyak rejeki

Ternyata saya mendapatkan tidak saja kita bisa mengisolasi gambar dari backgroundnya, tetapi juga gambar dari bawah membuat si Ibu kelihatan memiliki power yang lebih… jadi kelihatan lebih confidence…

Belajar dari Kasus @benhan

8 December 2012, Benny Handoko mentwitt sebagai berikut:

Benhan adalah seorang seleb twitt yang saya sendiri kurang jelas apanya yang membuatnya menjadi seorang seleb… tetapi terlepas dari itu, twitt diatas sangat gegabah karena twitt tersebut bisa dikatakan fitnah dan tuduhan tanpa bukti, Misbakhun pun menjawab dalam twittnya sebagai berikut:

Akhirnya Benhan diadukan oleh Misbakhun ke polisi, setelah Misbakhun meminta benhan untuk minta maaf tidak di gubris.  Sebagai orang awam saya sangat mengerti apa yang diakukan oleh Misbakhun, kalau saya jadi Misbakhun saya juga akan laporkan benhan ke polisi… enak saja mengatakan orang seenak udelnya… demikian kira-kira.

Rupanya Benhan memilih meladeni jalur hukum daripada meminta maaf… dan tentu saja kalah telak… Benhan dinyatakan bersalah dan di vonis hukuman 6 bulan penjara dan percobaan satu tahun, artinya meski bersalah, Benhan tidak ditahan, kecuali kalau dia mengulangi lagi perbuatannya dalam masa percobaan itu, maka benhan harus mendekam di penjara selama 6 bulan.

Menurut para jaksa penuntut umum yang dipimpin Fahmi Iskandar, Benny bersalah karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap Misbakhun. Nah yang menarik adalah apakah Benhan akan melanjutkan pembelaannya..? saya tidak yakin Benhan berani banding.. kalaupun banding juga saya yakin benhan akan kalah… tapi mari kita tunggu saja karena ini akan sangat menarik.

Jadi pelajaran apa saja yang kita bisa tari dari hal ini? saya pribadi memiliki 3 hal yang akan selalu saya ingat ketika melakukan twitt atau menulis artikel di blog

Pelajaran pertama ketika saya memulai blog ini, saya mengetahui bahwa… seorang blogger atau punya twitter tidak membuat kita semerta merta punya “kekebalan hukum” yang sama dengan para reporter atau jurnalis. Jurnalis memiliki proteksi terhadap hal begini, dan Misbakhun tahu bahwa percuma dia melawan Tempo, dan Tempo juga tak akan gegabah menuduh tanpa ada bukti, mereka ada kode etik

Pelajaran kedua Akan berbeda kalau misalnya Benhan mengatakan, “Menurut tempo Misbakhun korupsi century (titik)”, kalau di tambah tukang fitnah dll ya itu tanggung jawab sepenuhnya Benhan. Jadi jangan copas seenaknya tanpa ada sumbernya… bisa bisa di seret kepengadilan…

Pelajaran ketiga : Jangan takut untuk mengeluhkan, mengkritik kebijakan karena hal tersebut dijamin oleh undang undang… contoh tentang ini adalah ketika adanya kasus Prita, yang meskipun awalnya di vonis bersalah dna mendapatkan hukuman yang persis sama dengan Benhan tapi pada peninjauan kembali, prita dinyatakan bebas…

Sumber:

Bisakah anda mendapatkan uang dari street photography?

Jawabannya adalah Tidak…  No..!

  • You will not sell a single picture of your snapshot although you can if it is not for commercial ad
  • You will not running a workshop on street photography because Erick kim and bunch others already do that
  • You will not make a book and selling it because steve mccurry and other masters already do that
  • You will not put your picture in gallery because all of other masters already do that
  • You will not sell your pictures to news paper or magazine… because they have their own photographer
  • You will not think your picture as art.. it is not…
  • You will not think that your picture is documentary… it is not
  • You will not make a blog to make money on writing about street photography… because I am doing it now… :)

Did I discourage you from making money fro street photography..? Tentu saja saya cuma becanda… bcontoh diatas adalah bagaimana anda bisa mendapatkan uang dari street photography, hanya saja memang sulit… other ideas to make money are  as follows..

  • You can train your eyes and reflexes as a photographer
  • You can have network to land you to other photography related job… wedding photographer for example
  • You can have portfolio from your street photography to show your style
  • You can teach photography if you are expert in street photography

You can make money a bit, may be not much… might as well not to expect financial reward from it, and enjoy it…

I hear you ask… why so many famous full time street photographer out there.. let me tell you the secret… “Most of them are already rich”

Got that..? :) Cheers for now..

Kenapa Street Photography

Saya memulai street fotografi ini beberapa minggu yang lalu, saya bahkan tidak tahu kenapa hal itu saya lakukan…  “seems cool dan why not”, mungkin itu adalah hal yang terpikirkan saat saya ingin memulai hobi ini. mungkin perlu diketahui juga salah satu hobi yang saya punya adalah senapan angin.

Dari kedua hobi tersebut saya mungkin bisa menyimpulkan beberapa hal membuat saya tertarik untuk melakukan street photography ini.

  • Saya suka outdoor activity : kedua hobi ini tidak bisa dilakukan di dalam rumah… harus ke luar, kepanasan, keringatan… thats what I love doing, yang sayangnya kesibukan kantor membuat waktu jalan sangat sedikit… anda tak bisa membawa senapan angin tembak tembak sana sini 5 menit dan pulang… kecuali anda psikopat :)
  • Kalau ada dua tipe manusia di dunia ini yang satu adalah hunter dan yang lain adalah farmer, maka saya lebih ke tipe yang pertama. I love hunting, seperti anda lihat di blog ini juga saya berburu Bajing / tupai… tapi saya juga sangat memikirkan keseimbangan alam, jadi berburu tupai saya harus ke area yang populasi tupainya sangat tinggi dan tidak balance… dan itu tidak dekat, harus menginap pula… Dengan kamera, anda bisa melakukannya kapan saja… bahkan bila semakin sering kita mengambil gambar, semakin kita “preserve the moment” tanpa kita merusak habitat.
  • Dengan street photography, anda “dipaksa” untuk berhenti sejenak, melihat keindahan sekitar, appreciate little things… dan mengambil gambar itu untuk bisa anda atau orang lain kenang nantinya… Dalam gaya hidup sekarang yang sangat diperlukan kecepatan, bahkan 24jam seperti tak cukup… hal ini dapat membuat kira fresh dan mengurangi stress… dan kita tahu dalam stress kemungkinan kita membuat kesalahan besar adalah tinggi…
  • Dengan Street Photography, kita mengambil gambar yang menurut kita layak diabadikan, bukan karena orang lain mengatakannya… kita menjadi diri sendiri, photo kita adalah bagaimana kita melihat alam sekitar, yang meruapakan pancaran dari jiwa kita… it is a diary of the ways we see the world… a diary of the wonderful and beautiful slices of everyday life even if it is sad moment…
  • Most of all… I can conclude.. I enjoy it… and I think I will have this hobby for long time, hence it deserve  a new category in this blog…

Just to show you how I see something that I think it is beautiful but may be not for you… here is the picture…:

trees

When I see it, this is actually the first light after few days we have hard rain, cloudy sky…  gloomy days… it is one of the beautiful day in the morning… a fine day to walk and enjoy… but most of us will missed it because we are worried to be late at the office…

This picture also showing that this one particular tree, is not happy to be restricted by man made container… slowly it breaks free, something that it should celebrate if it were human… I took it to freeze the moment, before we cut down the tree because it dare to challenge us – human. or make much stronger container to held it back.. It is representation of us as human, wants to control everything even controlling mother nature…

Thats how I appreciate this picture, that is why I took the picture… nothing to do with you or any other person… that’s how I see it, that is my diary of that day…

Cheers for now