penipuan

Will you help..?

I was born and raised in village, where everybody are helping each other… even you work together with total stranger to help someone else that you may also never met before… we call it Gotong-Royong… a helping spirit among us… it is still today, so if you’re in a village, try asking for help, and they will take it seriously and everyone will be happy to help you.

I bring that attitude when I was in university …  when I saw small accident in the road, I will stop and help as much as I can, and leave after I make sure that the person is alright… I will not hesitant to help colleagues and friends who need money more than me…  but that somehow is no longer true… or I should say not in the extent that I will do as in the some previous year. What has happened..?

Jakarta change me.. :). It goes back when I moved to Jakarta after graduating… I have few close friends,  one day one of my friend who works in the same company with me said : he needs help. Her mother has cancer and need to go to hospital and wants to borrow some money, he will pay in monthly installment from his salary… I agreed and lend him my savings, quite a significant amount to me…

Very strange happening afterward, he don’t want to talk with me, keeping distance and seems avoiding me as much as possible… may be because he focus on his mother… Monthly installment never came (no interest rate BTW), may be he use it for his mother… after 6 months the installment never came. But I need the money, so I remind him about the deal… he just smile and say “yes later”… But later I found out that his mom is OK, no cancer, no hospital just happy-as-you-can-be mom… When I confront him later… he just smile and said the money spent to something else, but will pay it… it never happen, he finally leaves the office and work somewhere else…

I had another few similar incidence, and then I found how different Jakarta with a small village where I were born… so I no longer  trust someone who say “I need help, can I borrow money”. I always change the word “can I borrow some money” into “can you give me money”, hence if possible, I will give money without expecting that I will get it back later… but it will be much much less that he or she originally wants… and as much as I prepared to lose the money. I lost  few friends because they simply avoiding me after receiving the money… it does not bother me at all,

But the level now is getting higher… the crooks now using our helping attitude to try to mug us… here is one of the example:

jaysubiakto

The above is a tweet from a famous branding / ad agency in Indonesia : Mr  Subiakto, it said: “if someone lying on the ground after 23.00 in the roundabout of CITOS do not help, their friends are waiting (ready to mug you) under the bridge…”

What if someone had a real accident and need real help at the odd hours… will you help..?  May be by calling police but I do not think we will dare enough to stop and personally help them…  That is really sad, we have lost or reduced our trust and willingness to help because of these people…

Jakarta 3/3/2014 after not so intense meeting…

Advertisements

Pengalaman ditipu transaksi online

Beberapa minggu yang lalu, teman saya hampir tertipu di internet gara gara mau membeli mobil di tokobagus.com. Untung waktu itu saya memiliki teman di area dekat alamat yang bersangkutan untuk men-check mobilnya, dan ternyata mereka memakai alamat rumah kosong. Akhirnya kami tahu kami sedang di tipu.

Tapi tak berapa lama kemudian iklan yang sama muncul dan sayapun ingin mengetahui bagaimana bajingan ini beroperasi dan bagaimana orang ini bisa memperdayai korbannya, akhirnya saya berpura pura untuk menelponnya kembali… berikut ini percakapan saya dengan pak sebut saja Boogey

Me: Selamat Pagi mas, saya mau tanya mobilnya masih ada..?

BO: Masih mas… tapi sudah dalam penawaran ini… jadi harga segitu sudah tidak boleh kurang… tapi kalau mas mau, bisa dipanjar dulu saya hold untuk Bapak karena orang tadi tidak memberikan panjar, jadi masih bisa siapa saja yang jadi pembeli… (Sama persis dengan yang dikatakannya bbrp minggu lalu)

Me: Ok mas… bisa tolong di fotokan suratnya..? kirim kesaya

BO: Itu tidak menjadi masalah Pak, tapi mohon dikirimkan dulu panjarnya karena nanti repot2 saya foto dan kirim Bapak tidak jadi, dan saya tidak jadi jual ke orang lain karena mengunggu Bapak. Saya jamin sesuai dengan apa yang saya tuliskan, kalau bohong bisa Bapak laporkan ke polisi.

Kamipun sedikit berargumentasi tentang ini, kalau saya terlalu mudah bilang OK dia malah curiga… dan kemudian telpon terputus… Saya menduga ini adalah taktik untuk memberikan kesan dia tidak butuh… 5 menit kemudian saya telpon kembali

Me: Halo pak, ini saya yang tadi, mohon maaf keputus… jadi gimana tadi..?

BO: Oh iya pak, maaf tadi ada calon pembeli yang lain yang telpon, kalau bapak mau sekarang saja panjarnya… biar cepat dan saya bisa berikan untuk Bapak.

Me: Gitu ya Pak… Oklah pak minta alamat rekeningnya saja saya mau transfer…

BO: Ada, rekening mandiri punya anak saya ini pak, nanti saya SMSkan, tapi transfer langsung ya Pak, jangan menunggu karena sudah ada yang mau transfer ini…

Me: Saya akan transfer Satu jam dari sekarang pak…soalnya masih ada meeting, habis meeting nanti saya akan transfer.

BO: Waduuh terlalu lama pak… kalau Bapak gak cepat, bisa diambil orang lain..? Tapi kalau omongan Bapak bisa dipertanggung Jawabkan saya akan hold… tapi Bapak harus pegang Janji Bapak mudah mudahan Bapak bisa dipercaya, karena kalau tidak, berarti saya rugi karena saya tidak jual ke orang yang juga mau membelinya.

Me: Ok Pak, saya sudah sering kog beli lewat Internet, saya kasih nomor, nanti Bapak SMS saja kesini yah.. (saya pun memberikan nomor random)

Beberapa saat kemudian saya telpon lagi…:

Me: Mana Pak kog tidak ada?

BO: Oh tadi terdelete pak jadi saya tidak bisa hubungi…  (rupanya orang ini tidak menghubungi) tolong diulang lagi nomornya dan saya kirmkan sekarang… sudah selesai meetingnya..? Tapi ini nomor anak saya pak

Me: Sudah selesai pak meetingnya.. ini nomor saya: (sayapun mengirimkan nomor yg betul), dan akhirnya BOpun mengirimkannya nomor rekeningnya yaitu:

Yahya Juniansyah : BRI: 4166-0100-1367-506 Cabang Garut 

Saya sudah check betul ada account tersebut dengan nama yang sama, dia akhirnyta menelpon kembali.. saya bilang, saya sudah masukkan tapi banknya baru bisa proses karena sudah lewat jam tiga… Jadi Bapak tunggu besok aja baru masuk… Si Yahya ini langsung berang, dan bila saya gak tanggung jawab dan lain lain.. dia meminta saya untuk mengirimkan lewat ATM uang panjar 1 juta lagi, dia bilang dia tidak ada pegangan untuk hold barang tersebut sampai besok… Dan akhirnya saya bilang, Kalau Bapak tidak percaya ya sudah saya cancel saja dan saya tutp telponnya…

Begitulah si Bajingan Yahya Juniansyah ini mencoba mengelabui korbannya ada beberapa hal yang bisa dipelajari:

  1. Barang cukup murah… terkadang tidak masuk akal
  2. Mereka mencoba agar anda mentransfer secepatnya dengan mengiming imingi barangnya di cari banyak orang
  3. Mereka mencoba untuk membuat anda merasa bersalah, dengan menekankan anda sudah berjanji dll (play victim)
  4. Mereka tidak akan memberikan informasi sampai akhir
  5. Kalau anda sudah mengirimkannya, maka kemungkinan besar mereka akan meminta kirim uang tambahan dan anda akan masuk ke jebakan yang semakin dalam

Hati-hati, dalam bertransaksi lewat internet, Jangan mudah tergiur, gunakan rekening bersama… saya tidak tahu bagaimana melaporkan hal ini, bila anda tahu silahkan tulis di bawah ini…

Berikut ini adalah item yang saya maksud, kalau anda menyangka saya fitnah, silahkan cari alamat yang di pampang disini… jangankan mobil… alamat saja palsu.. :)

http://www.tokobagus.com/iklan/toyota-kijang-pick-up-1993-mulus-surabaya-42409738.html#pn_d12910860835362012bf0176c1010cf4

kalau sudah di delete, berikut ini screen capturenya:

Penipu penipu2

Jakarta balas dendam ke penipu.. :)

Penipuan SMS dengan account Bank

Berikut adalah isi sms yang bebrapa waktu lalu saya dapatkan.

“Maaf tolong dikirim saja ke Bank BNI an. ERIL WAHYU ESADY no rek 0242711167”

Kalau itu menurut anda penipu bodoh yang tidak akan ada orang yang mau mengirimkan uang hanya dengan sms tersebut, anda salah besar. Saya hampir saja mengirimkannya karena saya memang janjian dengan seseorang yang untuk mengirimkan uang. Tetapi ada yang aneh karena namanya tisak sama,sehingga saya menelpon kermbali rekan saya tersebut. dan untungnya saya belum mengirimkannya. Continue reading