RAW

Memproses RAW image menggunakan Picasa

Sedikit sharing bagaimana saya memproses RAW file menggunakan Picasa. Picasa adalah program dari google yang gratis, tidak terlalu lengkap tapi oklah untuk kebutuhan dasar kita, berikut ini adalah bagaimana saya memproses Raw image menggunakan Picasa… Pertama bukalah raw atau Jpeg  image di PIcasa (edit with picasa) seperti dibawah ini, untuk file yang lebih besar sila klik image dibawah ini…

Budha RawPada image diatas adalah image yang berupa RAW yang dibuka, terlihat bahwa image diatas, tidak terlalu kontras, dan kurang menarik… memang itulah ciri ciri dari file RAW… pada gambar ini bisa anda lihat ada panel sebelah kiri dan sebelah kanan. Sebelah kiri adalah fungsi manipulasi gambar yang bisa anda lakukan sedangkan sebelah kanan adalah informasi gambar yang tercetak pada EXIF.

Pada halaman ini saya biasanya menggunakan untuk crop gambar saja pada panel sebelah kiri.. yang lain jarang sekali saya lakukan… setelah cropping sesuai dengan apa yang saya inginkan maka saya klik tab kedua yaitu untuk manipulasi cahaya dan warna seperti berikut ini (klik gambar untuk melihat lebih besar)

Light and ColorDengan mengubah beberapa nilai cahaya dengan cara menggeser “slider” pada panel di sebelah kiri maka warna “mulai” muncul, tidak se-pucat sebelumnya. disini sudah cukup untuk bisa ditayangkan tetapi warna masih bisa di “boost” sedikit… Picasa terbatas sekali fungsi untuk mem-boost warna dan saturasinya… tapi disini ada dua fungsi yaitu boost dan Lomoish… untuk gambar ini saya memakai fungsi boost yitu di tab paling kanan seperti berikut ini

Boost ImageBoost image ini bisa kita atur kekuatan boostnya sesuai dengan yang kita inginkan dengan menggeser slider… saya pikir cukup bagus ( mungkin harusnya boostnya gak usah terlalu kuat tapi gak apa apa) dan saya cukup puas dengan hasilnya… sebenarnya dengan cara lomo-ish juga bisa dan menghasilkan pinggir yang menghitam, tapi saya pikir gambar diatas sudah lumayan.. :). Setelah puas saya meng exportnya ke JPEG file dengan cara: FILE=>EXPORT PICTURE TO FOLDER => EXPORT dan inilah hasilnya:

1-DSCF4482-001

Menurut saya gambar diatas sudah sesuai untuk memperlihatkan bahwa Budha ini dipasang pada papan yang kotor dan penutup yang dekil tapi Budha sepertinya tetap tersenyum memberikan kedamaian… Sebenarnya Gambar Budha ini dipasang dibalakang gerobak sampah… mungkin gambar ini bisa memberikan kedamaian bagi yang menarik gerobak tersebut…

Advertisements

lebih baik RAW atau JPEG..?

Ini adalah pertanyaan yang biasa terpikirkan ketika akan mengambil gambar, pada kamera digital, mereka menyediakan dua pilihan bagaimana gambar tersebut akan disimpan, yaitu bentuk RAW JPEG…? bedanya apa..?

RAW file: saya bisa menganalogikan bahwa file dalam bentuk RAW seperti daging yang mentah, belum di masak, bahkan untuk melihatnya diperlukan software khusus.. untuk bisa di dilihat di website, harus juga di export ke JPEG dulu… RAW file ini sebenarnya adalah:

  • File yang diambil langsung dari sensor
  • Uncompressed / Lossless (kalau kameranya 12MB ya filenya sekitar segitu)
  • Gambarnya kontrasnya kurang, kurang tajam
  • Dynamic rangenya (shadow dan highlight) lebih tinggi
  • tidak sesuai untuk langsung di cetak
  • perlu diproses lagi lebih lanjut

Sedangkan JPEG, saya bisa analogikan sebagai daing yang sudah masak siap dimakan. JPEG merupakan file yang merupakan standard untuk bisa dibuka hampir disemua program, termasuk juga web seperti blog ini, adapun ciri ciri dari JPEG adalah sebagai berikut:

  • Bisa langsung dicetak
  • Sudah terkompressi filenya (file lebih kecil)
  • Sudah merupakan hasil proses (baik oleh kamera maupun program lain) dari data yang ditangkap sensor
  • Kontras lebih tinggi, Ketajaman  juga lebih tinggi

Jadi lebih baik yang mana..? jawabannya adalah tergantung, kalau melihat kamera yang sekarang, proses didalam kamera sudah begitu bagus sehingga sekali anda mendapatkan cara men setting kamera yang anda sukai, kemungkinana anda tak perlu lagi untuk mengambil gambar dalam bentuk RAW. Seperti Ken Rockwell, dia jarang mengambil raw lagi. Beberapa situasi yg mungkin sesuai untuk JPEG saja yaitu

  • Foto foto yang “tak terlalu penting”, misalnya pesta ulang tahun teman, Selfie dll
  • ingin cepat cepat di upload di Socmed
  • Ketika sudah yakin bahwa proses kamera sudah sesuai dengan yg diinginkan
  • Tak punya sofware / fasilitas utk memproses gambar lebih lanjut
  • media penyimpanan tak terlalu besar

Kalau RAW biasanya di gunakan apabila:

  • Anda ingin “mengulik” / memproses lebih lanjut foto anda. Karena filenya lossless, maka anda bisa memprosesnya sesuka anda, tapi bila memproses dari JPEG, banyak detail yang sudah hilang pada saat kamera memprosesnya
  • Kalau anda berencana memamerkan foto foto anda nantinya
  • Untuk digunakan dalam persidangan, karena tanpa manipulasi..

Kalau saya sendiri lebih sering mengambil dalam bentuk RAW, karena saya ingin belajar lebih lanjut tentang prosessing, Tetapi karena kamera X100 memungkinkan untuk mengambil dua file sekaligus, saya juga sering mengambil RAW + Small JPEG, sehingga saya bisa cepat upload ke socmed,

Sekian, Gong Xi Fa Choi…